Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

MAGANG DI BUMN PELINDO III: SEBUAH PENGALAMAN AWAL MENJADI ORANG KANTORAN

Ini saat pelepasan anak magang, keliatan kan wajahnya yang anak magang mana hehe, ada dua anak magang satu namanya Yanti dari UB Desain Grafis Saya kira semua tidak ada ruginya. Memang awalnya sedikit bimbang untuk memulai. Sempat terpikir untuk melanjutkan sinau di ruang kelas atau sinau di tempat lain. Saya memilih untuk sinau di luar kelas, supaya melihat dan memahami hal-hal yang kongkret di luar sana. Coba melihat satu persatu BUMN  @kementerianbumn  lewat program  @forumhumancapitalindonesia  yang sesuai dengan keilmuan saya, namun waktu pengumuman di luar dugaan.   Mendaftarkan diri dengan memenuhi syarat-syarat (biasanya tergantung pihak kampus, jika di Universitas Airlangga waktu saya dulu pendaftarannya melalui PPKK atau program kewirausahaan atau semacamnya lah jika di kampus lain. Biasanya menyertakan CV, Skrip Nilai dari semester awal hingga terbaru, motivation letter yang isinya alasan kenapa kita memilih BUMN. Soalnya waktu itu saya bisa memilih BUMN yang sesuai

BERSEPEDA DI TENGAH PANDEMI? HANYA TREN KAH?

Bersepeda di tengah Pandemi kini menjadi tren tersendiri bagi sebagian besar orang. Itu yang saya lihat di beberapa ruas jalan di Kota Surabaya. daaerah dengan pertambahan Covid yang sangat pesat di Jawa Timur. Saya akui saya juga hobi bersepeda, namun sudah lama. Melihat adanya fenomena semacam ini tentunya ada sara senang dan kecewa. Senang sebab semakin banyak orang bersepeda sehingga dapat mengurangi polusi dan mengurangi kemacetan (meskipun sama tergantung waktu saja). Namun juga kecewa sebab banyak yang menjadi seenaknya dengan tidak menghiraukan rambu lalu lintas. Meskipun hanya bersepeda tentu harus kita patuhi rambu lalu lintas, sebagaimana kita menggunakan kendaraan bermotor biasanya. Selain itu menggunakan safety items juga sangat saya rekomendasikan. Seperti dengan melengkapi diri memakai helm, sarung tangan, dan sepatu. Meskipun itu tergantung selera, Seng penting gowes e, seng penting dengkul e, seng penting mlaku. Oke itu juga baik, namun ada cara yang lebi

MELIHAT KENORMALAN DI SALAH SATU SUDUT KOTA BATU: VAKANSI DENGAN KAWAN SMA

Selesainya PSBB di Malang Raya bukan memastikan bahwa virus corona telah selesai. Bahkan malah memberikan rasa khawatir bahwa virus ini semakin banyak keluar masuk. Namun masih belum ditemukan vaksin untuk menangani virus ini. Tahapan selanjutnya adalah New Normal yang diharapkan dapat mengangkat perekonomian masyarakat kembali. Upaya ini pun masih menjadi evaluasi di beberapa daerah di Indonesia. Bahkan ditengah New Normal ini banyak yang daerah yang masih "merah". Kemarin Sabtu (13/6) Saya bersama kawan SMA di Kota Batu piknik ke salah satu sudut di kota dingin ini. Kami ber enam dengan warna pakaian kami sama warna hitam. Jalan di sekitar Selecta kami susuri. Hawa sejuk khas Kota Batu mengalir deras di sekitar tubuh saya. Saya melewati ladang-ladang perkebunan sayur dan apel milik warga. Khas Kota Batu, Apel warna ijo kemerahan yang cukup menarik perhatian untuk di potret. Menelusuri di atas aliran Sungai Brantas, yang juga merupakan aliran Coban Talun