Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

PERKEMBANGAN FOLKLORE DI INDONESIA

www.folkloretravel.com Kebudayaan yang kini berkembang di masyarakat merupakan hasil pewarisan dari kebudayaan luhur terdahulu. Melalui banyak metode/cara tradisi masyarakat dapat tersalurkan dan terwarisi oleh generasi selanjutnya. Kebudayaan sendiri merupakan keseluruhan system, gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka menghidupi kehidupannya serta dijadikan sarana untuk belajar. Wujud dari kebudayaan itu antara lain ide/gagasan/norma/aturan/nilai yang kesemua itu menghasilkan wujud benda/fisik budaya. Kebudayaan hanya dapat berkembang di dalam masyarakat. Hal itu jelas bahwa tanpa adanya subyek yakni masyarakat tentu budaya tidak akan pernah ada dan berkembang. Di saat kebudayaan ini berkembang tentu menjumpai adanya budaya baru dari luar budaya induknya. Hal tersebut dapat menjadi salah satu kekuatan untuk mengakulturasi atau terjadinya proses percampuran budaya atau malah menjadi salah satu faktor untuk degradasi budaya (penurunan budaya). Folklore me

JEJAK KULINER NUSANTARA JAWA TIMUR

makanansehat.biz                    Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Perjalanan sejarah Indonesia sudah barang tentu tidak dapat dilepaskan dari pengaruh bangsa-bangsa luar. Pengaruh itu meliputi keragaman dari banyak hal seperti halnya sistem pemerintahan, sistem sosial kemasyarakatan, sistem perekonomian, teknologi dan sebagainya. Namun juga terdapat suatu hal yang maenarik yaitu dengan adanya pengaruh dari pihak luar budaya tradisional bangsa Indonesia tidak tergantikan. Seperti halnya adat istiadat, norma, bahkan pada keragaman jenis makanan. Makanan sebagai suatu hasil dari kebudayaan manusia pertama-tama memiliki peran sebagai alat pemenuhan kebutuhan primer. Tidak hanya itu peran makanan dalam kehidupan manusia bahkan sampai pada ranah untuk kegunaan religuisitas. Hal itu tercermin dari kebudayaan Jawa yang banyak melakukan ritual-ritual adat dan makananpun menjadi hal yang tidak bisa dilepaskan [1] . Keberadaan makanan tra

KONFUSIANISME DALAM MASYARAKAT ZAMAN EDO DI JEPANG

www.japan-guide.com              Asia Timur terdiri dari negara-negara yang telah dikenal memiliki peranan penting dalam sejarah dunia. Hal ini terlihat dari sikap Jepang dan Tiongkok yang memiliki posisi strategis dalam Perang Dingin ataupun Perang Pasifik. Begitu pula negara di kawasan Asia Timur, seperti Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan juga merupakan negara kuat di bidang ekonomi dan teknologi. Seperti yang telah diketahui bahwa kini Tiongkok merupakan salah satu penguasa ekspor dunia. Jepang dan Korea juga kini merupakan negara penghasil teknologi modern. Keberhasilan negera-negara tersebut tentu tidak terlepas dari adanya ajaran atau kepercayaan yang ada sebagai pedoman hidup. Mulai dari kepercayaan kuno yang diwariskan oleh nenek moyang secara turun-temurun maupun kepercayaan yang terus bermunculan seiring perkembangan zaman dan juga adanya kepercayaan dari luar negara, seperti ajaran Konfusianisme, Buddhisme, Taoisme, dan Shinto [1] . Di Jepang sistem kepercayaan ya

PERAN WANITA DI ASIA TENGGARA : PEREMPUAN-PEREMPUAN DALAM PERANG VIETNAM

www.thirteen.org             Dominasi kaum laki-laki atas kaum perempuan tercatatat dalam historiografi sejarah. Terlihat bahwa sejarah hanya menuliskan peran kaum laki-laki. Di dalam kehidupan, sejak dahulu wanita diposisikan di bawah status laki-laki. Hal tersebut memiliki dampak yang luas dalam tatanan hidup masyarakat. Pada zaman jahiliah di kawasan Arab misalnya, kaum wanita tidak berharga di mata laki-laki, bahkan wanita dianggap sama dengan binatang atau wanita itu berambut panjang, tetapi berpikir pendek [1] . Masih banyak perkataan lain yang intinya adalah merendahkan derajat wanita. Begitu pun pada pola kehidupan sosial saat dulu wanita hanya sebagai pelengkap untuk kepentingan dan kebutuhan para lelaki. Akibatnya, ruang gerak wanita dibatasi dan hanya di ranah domestik atau lokal saja. Adanya anggapan di atas kemudian menyebabkan pula berbagai tindakan yang semena-mena terhadap kaum wanita, seperti kekarasan, penindasan, pelecehan seksual, dan sebagainya [2] .