Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

SURAT CINTA UNTUK INDONESIA

Untuk Indonesiaku. Di bawah langit Khatulistiwa.             Halo Indonesiaku ?. Bagaimana kabarmu ?. Aku mendengar bahwa kau sedang tidak baik-baik saja, benarkah itu?. Aku harap tidak Indonesia, kau masih aku lihat berdiri kokoh dengan kecantikanmu. Indonesia, di surat ini perkenankanlah aku untuk mencurahkan bagaimana isi hatiku selama ini tentang mu, juga ini adalah bentuk terimakasih pada mu dan aku memahami bahwa ini tidaklah cukup membalas semua yang kau berikan padaku.             Saat membuka peta dunia, aku melihat bahwa terdapat ratusan negara dan jutaan pulau, tapi kau memilihku untuk hidup dan bersujud ditanahmu. Aku bersyukur, dapat berdiri ditanahmu. Dibawah langit khatulistiwa dan diatas samudera kau berada. Itu adalah sebuah keunggulan yang kaumiliki. Tanahmu subur, airmu selalu mengalir, dan sumber daya alammu melimpah. Keelokan alammu telah terdengar luas diseluruh penjuru dunia. Kau memang layak disebut Zamrud Khatulistiwa.             Ternyata ditanah

MENELUSURI JEJAK ARKEOLOGI DI DUSUN MAELANG, BANYUWANGI

    Sebagai seorang pelajar saat-saat jadwal liburan sudah barang tentu digunakan untuk mengisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari berwisata, bertemu dengan keluarga, magang, atau berkreasi lainnya. Hal ini juga saya lakukan di liburan menuju semester genap ini. Awalnya saya mengisi dengan kegiatan pengenalan kampus bersama teman-teman, mengikuti tes beasiswa dan merampungkan buku saya. Saat mengikuti tes beasiswa, saya bertanya mengenai info beasiswa tersebut kepada salah satu senior SMA saya yaitu Mas Mukhlis Ndoyo Said ( Cak Mukhlis ) yang dulu pernah mendapatkan beasiswa itu, serta dia juga mantan Presiden KM ITS 2013-2014. Perbincangan kami ternyata tidak berhenti terkait beasiswa itu. Esok hari Mas Mukhlis mengajak saya untuk penelitian di situs megalitikum (masa batu besar pada zaman pra aksara ) di daerah Banyuwangi, karena ia mengetahui bahwa saya berkuliah di jurusan Ilmu Sejarah.     Mas Mukhlis kemudian mengabarkan bahwa rencananya akan berangkat di hari Rabu